Curriculum Vitae
3/26/2010 Jabbar Saputra
Dramaga Regency, b19
+6285782286052
jabbarsaputra@rocketmail.com

jabbarsaputra.tumblr.com -  twitter.com/jabbar_s

Personal description

Name                          : Jabbar Saputra
Date of birth                : July 12th 1990
Religion                       : Islam
Marital status               : Single
Nationality                   : Indonesian

Currently taking undergraduate course at the Department of Science Communication and Community Development, Faculty of Human Ecology, Bogor Agricultural University and minor at the Department of Management with GPA 3,02 out of 4 scales and already taken 81 out of 144 credits.

Education history

2002

Graduated from 1st Elementary School of Pomalaa

2005

Graduated from Antam Junior High School of Pomalaa

2008

Graduated from 1st Senior High School of Pomalaa

2008-present

Undergraduate student at the Department of Communication and Community Development, Faculty of Human Ecology, Bogor Agricultural University

Organization and participation

Staff of Community Development Division | Himasiera

Vice Head | Communication and Community Development Expo 2010

Staff of Publication, Documentation, and Decoration Division| Ecology Sport Event 2010

I’am creative, smart, hard worker, adaptive, with high commitment, loves art and music.

Masih berbicara ‘tragedi’ ini. Siapa bilang menyontek itu salah? Siapa bilang kerja sama itu tidak boleh? Dan siapa bilang itu semua dosa. Adakah dalil yang mengharamkannya? Belum pernah saya temui, saya dengar, dan ‘ rasakan’.

So… Kenapa tidak, untuk mencontek pas lagi ujian. Itu pasti sangat membantu kita. Apalagi dibarengi dengan kerja sama. Maka ‘fell’ ujian akan sangat terasa.

Sedikit bercerita, lihatlah kesuksesan negara cina dalam pasar mainan anak-anak, teknologi, dan peralatan elektronik. Bagaimana mereka bisa menguasai dunia? Hanya dengan mencontek. Itu semua bisa mereka lakukan. Jadi, lagi-lagi mencontek menyimpan nilai positif yang tinggi.

Adakah nilai negatif yang di temua dalam menyontek? Maka dengan tegas aku katakan TIDAK. Namun dalam
kehidupan akademik. Aku menentang yang namanya ‘Plagiat’. Dan mencontek itw bukanlah plagiat.
Mencontek adalah kreatifitas dan inovasi. Permasalahan mencontek sering muncul ketika sedang berada di suasana ujian. Bagaimana tidak, hingga zaman semodern sekarang. Masalah mencontek masih saja jadi kontroversial. Sebenarnya, kesimpulannya boleh ga seh mencontek itu?

Setelah berkali-kali mengikuti ujian. Dan setiap ujian ada “KESEPAKATAN” untuk ujian tertutup dan sendiri-sendiri. Maka aku yakin bahwa tidak pernah ada larangan untuk mencontek.

Yang ada dan yang membuat mencontek itu tidak di perkenankan adalah, karena di awal ujian kita ( peserta), engawas, dan koordinator. Telah “MEMBUAT KESEPAKATAN” untuk ujian tertutup. Nah, inilah jalan yang kemudian menjadi larangan untuk mencontek. Ternya, ‘dosa’ mencontek bukan dari mencontek tersebut. Melainkan karena kita sudah melakukan kesepakatan di awal. Dengan mencontek, itu artinya kita sudah melanggar kesepakatan yang kita sepakati sebelumnya. Jadi, kesalahan ketika mencontek lebih pada pengingkaran kesepakatan.

Jadi, untuk para pengawas ujian. Hati-hatilah mengatakan “Boleh Mencontek, asal tidak ketahuan” kerena anda telah membuat kesepakatan baru.

Retweet, AHA GAMBRENG

Makalah

“Corporate Social Responsibility dalam Perusahaan”

Oleh:

Jabbar Saputra

I34080095

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat

Fakultas Ekologi Manusia

Institut Pertanian Bogor

2010

Ringkasan

Corporate Social Responsibility merupakan konsep yang lahir utnuk mengarahkan perusahaan agar bertanggung jawab dan memberi kontribusi kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Masih ada perusahaan yang tidak menerapkan konsep ini. Menerapkan CSR memang memberi biaya tambahan kepada perusahaan, tetapi hal tersebut bukanlah masalah karena akan menjadi investasi tersendiri untuk perusahaan. Dalam implementasinya, CSR ini akan memberi banyak manfaat kepada perusahaan.

Banyak jenis opsi atau inisiatif sosial yang dapat dilakukan untuk menerapkan CSR, diantaranya cause promotions, cause-related marketing, corporate social marketing, corporate philanthropy, community volunteering, dan socially responsible business practices.

Banyak manfaat yang hanya bisa diperoleh dengan menerapkan CSR tersebut. Masyarakat tentu menghargai perusahaan yang beretika baik dalam mengelola sumber daya, tidak demikian dengan dengan perusahaan yang mengeksploitasi sumber daya dengan cara yang tidak benar.

Kata Pengantar

Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan berkat, rahmat, serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah akhir sebagai pemenuhan tugas akhir mata kuliah Berfikir dan Menulis Ilmiah ini dengan baik.

Makalah yang berjudul “CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM PERUSAHAAN” ini disusun selain untuk pemenuhan tugas, penulis  juga ingin lebih mendalami tentang permasalahan yang terjadi dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia, terutama masalah yang bersangkutan dengan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan. Alasan penulis memilih topik ini karena penulis merasa hal tersebut perlu untuk diterapkan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di segala bidang. Untuk itu, perlu adanya kajian lebih dalam tentang corporate social responsibility dalam perusahaan.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing akademik khususnyamatakuliah Berfikir dan Menulis Ilmiah, yakni: DR. Ekawati S. Wahyuni, DR. Pudjie Muljono, Ratri Vitrianita, S.sos, M.Si, serta Martua Sihaloho, SP., Msi., juga kepada asisten dosen yang senantiasa membimbing di setiap perkembangan makalah ini, Mahmudi Siwi SP. serta semua pihak yang sangat berperan mendukung kelangsungan makalah ini.

Penulis mengakui masih banyak terdapat kesalahan dalam penyusunan makalah ini. untuk itu penulis meminta maaf atas segala kekurangan dalam makalah ini. Dan diharapkan dapat berguna untuk semua orang dan menjadikan pengetahuan baru.

Bogor, Januari 2010

Penulis

Bab I

Pendahuluan

1.1.Latar Belakang

Dewasa ini, seiring dengan perkembangan dunia yang begitu pesat, sangat banyak perusahaan yang berdiri untuk memproduksi kebutuhan manusia. Perusahaan-perusahaan tersebut tentu menghasilkan produk dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Tetapi yang menjadi permasalahan dari berdirinya suatu perusahaan adalah bagaimana cara perusahaan tersebut mengekploitasi sumber daya yang dimaksud. Juga dampak dari keberadaan perusahaan tersebut terhadap lingkungan ataupun masyarakat sekitar. Serta apa kontribusi perusahaan terhadap sekitarnya. Karena itulah lahir konsep tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

CSR itu sendiri merupakan salah satu cara untuk mencerminkan tanggung jawab dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Juga sebagai bentuk balas budi kepada masyarakat atau warga yang telah memberi hak untuk mengelola sumber daya di lingkungan mereka. Dengan CSR, jalinan sosial antara perusahaan dan masyarakat akan menjadi lebih erat sehingga keberadaan perusahaan tersebut lebih diterima di masyarakat. Dan pada akhirnya tercipta iklim sosial dan politik yang lebih kondusif yang tentu saja akan menguntungkan kedua belah pihak.

Pemerintah telah menyusun aturan khusus tentang penerapan tanggung jawab sosial perusahaan, seperti yang tercantum dalam Undang-undang Perseroan Terbatas No.40 tahun 2007 dan Undang-undang Penanaman Modal No.25 tahun 2007. Meskipun demikian pada praktiknya, masih ada perusahaan yang tidak mengindahkan aturan dan eksistensi dari CSR tersebut. Dengan motif mengejar keuntungan, perusahaan mengelola sumberdaya dengan tidak tepat dan tidak memperhatikan dampak negatif yang diberikan terhadap lingkungan ataupun masyarakat.

1.2.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, pembahasan makalah ini akan difokuskan kepada pentingnya penerapan CSR dalam perusahaan. Untuk itu dibuat rumusan masalah sebagai berikut:

1.      Apa yang dimaksud dengan Corporate Social Responsibility (CSR)?

2.      Bagaimana cara menerapkan CSR?

3.      Bagaimana dampak dari penerapan CSR tersebut?

1.3.Tujuan Penulisan Makalah

Adapun tujuan disusunnya makalah ini diantaranya adalah:

1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan Corporate Social Responsibility (CSR).

2.      Mengetahui cara untuk menerapkan CSR.

3.      Mengetahui dampak dari penerapan CSR.

1.4.Manfaat Penulisan Makalah

Dari tujuan penulisan makalah diatas, dapat dirumuskan manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini. Makalah ini dapat berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang CSR. Makalah ini juga menjelaskan langkah-langkah yang dapat diambil untuk menerapkan CSR beserta manfaatnya.

Tulisan ini juga diharapkan dapat membantu sebagai sumber informasi ataupun referensi bagi pembaca maupun peneliti yang berkaitan dengan topik ini.

Bab II

Pembahasan

2.

2.1.Corporate Social Respomsibility (CSR)

Sebelum lebih jauh membahas tentang penerapan corporate social responsibility (CSR), terlebih dahulu perlu diketahui definisi dari CSR itu sendiri.

World Business Council for Sustainable Development memberikan definisi Tanggung Jawab Sosial  atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bekerjasama dengan para pegawai, keluarga mereka, komunitas lokal, dan masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas hidup bersama[1].

Lebih lanjut lagi World Business Council menambahkan dari definisi diatas tentang CSR yaitu komitmen dunia usaha yang terus-menerus untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas (Wibisono, 2007).

Sedangkan menurut Sukada (2007) CSR adalah segala upaya manajemen yang dijalankan etinitas bisnis untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan berdasar keseimbangan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan, dengan meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif di setiap pilar.

Perbedaan pemahaman menyebabkan CSR kerap dipertukarkan dengan istilah atau konsep yang lain. Beberapa diantaranya yang paling menonjol adalah corporate citizenship dancorporate philanthropy.

Corporate citizenship atau kewargaan perusahaan yaitu hubungan timbal balik antara perusahaan dengan masyarakat, tentang hak dan kewajiban masing-masing[2]. Dengan demikian, konsep corporate citizenship ini mengandung pengertian bahwa perusahaan sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban, dan perusahaan sebagai pihak yang harus menjamin hak-hak warga negara yang tinggal di tempatnya bekerja. Kesimpulannya, konsep corporate citizenship ini sebetulnya lebih luas dari CSR, karena mengandung pengertian hak dan kewajiban. Juga, memandang perusahaan sebagai pihak yang menjamin dipenuhinya hak-hak warga negara yang berada di wilayah jangkauan operasinya[3].

Berbeda dengan konsep corporate philanthropy atau filantropi perusahaan yang sesungguhnya jauh lebih sempit dibanding CSR[4]. Filantropi berkenaan hanya dengan pemberian sukarela dari perusahaan. Filantropi tidak terlalu mempedulikan apakah pemberian itu berkenaan dengan dampak operasi perusahaan atau tidak. Tak heran bila dikatakan bahwa filantropi perusahaan tidaklah lebih dari upaya peningkatan citra[5].

Lebih lanjut, Sukada (2007) menjelaskan bahwa dalam memahami tanggung jawab yang dituntut ide dan konsepsi tersebut, wajar bila banyak pihak yang resisten terhadap wacana dan praktik CSR tersebut. Para pengeritik berpendirian bahwa CSR hanya akan menambahkan beban yang tidak perlu kepada perusahaan.

Ada banyak versi dari keberatan-keberatan terhadap CSR, namun keberatan atau kritikan tersebut telah dijawab dengan sangat memuaskan. Seperti yang diuraikan pada tabel di bawah ini:

Tabe l: Kritikan dan Jawaban Terhadap Konsep Corporate Social Responsibility

No.

Kritikan terhadap CSR

Jawaban terhadap kritikan

1

CSR menurunkan efisiensi ekonomi dan keuntungan bagi pemilik modal, padahal manajemen perusahaan terutama berkewajiban mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Jika tidak menerapkan CSR, kelangsungan perusahaan kelak pasti akan menemui hambatan yang sangat merugikan secara ekonomi. Lagipula CSR sudah diakui sebagai bagian dari investasi yang dapat diukur sebagai return of investment-nya.

2

CSR menimbulkan biaya-biaya yang tidak setara bagi perusahaan, sehingga “kompetisi yang sehat” tidak bisa dicapai”.

Setiap bisnis menghadapi kondisi lingkungan fisik dan sosial berbeda, hingga investasi untuk manajemen dampaknya menjadi tidak sama. Kompetisi yang sehat selayaknya diukur pula dari bagaimana dampak lingkungan dan sosial dikelola bukan hanya dari indikator-indikator finansial.

3

CSR sesungguhnya menambah biaya tak perlu pada masyarakat, terutama konsumen.

Selama ini perusahaan yang tidak menjalankan CSR-lah yang menggeser biaya-biaya pada masyarakat, walaupun konsumen mungkin saja tidak terlibat melalui eksternalitas.

4

CSR membutuhkan keterampilan-keterampilan sosial yang tidak dimiliki dunia usaha, hingga kemungkinan besar perusahaan tidak bakal berhasil memenuhinya.

Sejarah perusahaan mengajarkan banyak keterampilan baru yang terus menerus dipelajari. Kini ketika kita tidak dapat mengelak dari tanggung jawab mengelola dampak operasinya, perusahaan seharusnya melakukan internalisasi, termasuk berinvestasi untuk keterampilan-keterampilan itu.

5

CSR menempatkan tanggung jawab pada perusahaan, padahal yang jelas memiliki tanggung jawab adalah individu-individu yang bekerja di perusahaan.

CSR tidak dimaksud menggantikan tanggung jawab individu melainkan mengakui adanya pertanggungjawaban kolektif perusahaan sebagai pihak yang bisa memperoleh manfaat dan menimbulkan biaya bagi masyarakat.

6

Dengan adanya CSR, banyak perusahaan mengambil manfaat sebagai alat pemasaran tanpa menjalankan secara substansial.

Kecenderungan penggunanya sebagai alat pemasaran tidak bisa membatalkan CSR yang sesungguhnya. Banyak konsep lain yang juga dibajak dunia usaha usaha atau siapapun, namun tetap sah dipergunakan karena memang mamiliki nilai sendiri.

Sumber: Sukada (2007)

2.2.Cara Penerapan CSR

Sehubungan dengan pentingnya CSR dalam perusahaan, perlu juga dibahas bagaimana cara perusahaan mengimplementasikan tanggung jawab sosialnya. Perusahaan-perusahaan yang ingin menerapkan CSR dapat memilih berbagai macam bentuk inisiatif sosial.

Kotler dan Lee (2005) menyebutkan bahwa setidaknya ada 6 opsi untuk “berbuat kebaikan” (Six options for Doing Good) sebagai inisiatif sosial perusahaan yang dapat ditempuh dalam rangka implementasi CSR, yaitu:

1.      Cause Promotions

Suatu perusahaan dapat memberikan dana atau berbagai macam kontribusi lainnya, ataupun sumber daya perusahaan lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas suatu isu sosial tertentu, ataupun dengan cara mendukung pengumpulan dana, partisipasi dan rekruitmen sukarelawan untuk aksi sosial tertentu.

Contohnya perusahaan kosmetika terkemuka di Inggirs, The Body Shop, mempromosikan larangan untuk melakukan uji produk terhadap hewan.  The Body Shop sendiri. mengklaim bahwa produk-produk yang dijualnya tidak diuji coba terhadap hewan.  Hal ini dapat dilihat pada kemasan produk-produk The Body Shop yang mencantumkan kata-kata against animal testing.

2.      Cause-Related Marketing

Suatu perusahaan dalam hal ini berkomitmen untuk berkontribusi atau menyumbang sekian persen dari pendapatannya dari penjualan suatu produk tertentu miliknya untuk isu sosial tertentu.

Contohnya seperti Unilever yang memberikan sekian persen dari penjualan sabun produksinya, Lifebuoy, untuk meningkatkan kesadaran hidup bersih dalam masyarakat, dengan cara membangun fasilitas kamar kecil dan wastafel di sekolah-sekolah, terutama di daerah-daerah terpencil. Kemudian Danone,  yang  juga  merupakan produsen air mineral AQUA memberikan sekian persen hasil penjualannya untuk membangun jaringan air bersih di daerah sulit air di Indonesia.

3.      Corporate Social Marketing

Suatu perusahaan dapat mendukung perkembangan atau pengimplementasian kampanye untuk merubah cara pandang maupaun tindakan, guna meningkatkan kesehatan publik, keamanan, lingkungan, maupun kesejahteraan masyarakat. Contohnya seperti Unilever yang memrpoduksi pasta gigi Pepsodent mendukung kampanye gigi sehat. Kemudian Phillip Morris di Amerika Serikat mendorong para orang tua untuk berdiskusi dengan anak-anak mereka mengenai konsumsi tembakau.

4.      Corporate Philanthropy

Dalam hal ini, suatu perusahaan secara langsung dapat  memberikan sumbangan, biasanya dalam bentuk uang tunai.  Pendekatan ini merupakan bentuk implementasi tanggung jawab sosial yang paling tradisional.  Contohnya suatu perusahaan dapat langsung memberikan bantuan uang tunai ke panti-panti sosial, ataupun apabila tidak uang tunai, dapat berupa makanan ataupun alat-alat yang diperlukan.

5.      Community Volunteering

Dalam hal ini, perusahaan dapat mendukung dan mendorong pegawainya, mitra bisnis maupun para mitra waralabanya untuk menjadi sukarelawan di organisasi-organisasi kemasyarakatan lokal. Contohnya suatu perusahaan dapat mendorong atau bahkan mewajibkan para pegawainya untuk terlibat dalam bakti sosial atau gotong-royong di daerah dimana perusahaan itu berkantor.  Contoh lainnya seperti perusahaan-perusahaan yang memproduksi komputer ataupun piranti lunak mengirim orang-orangnya ke sekolah-sekolah untuk melakukan pelatihan-pelatihan langsung menyangkut keterampiran komputer.

6.      Socially Responsible Business Practices

Misalnya perusahaan dapat mengadopsi dan melakukan praktek-praktek bisnis dan investasi yang dapat mendukung isu-isu sosial guna meningkatkan kelayakan masyarakat (community well-being) dan juga melindungi lingkungan. Seperti contohnya Starbucks bekerjasama dengan Conservation International di Amerika Serikat untuk mendukung petani-petani guna meminimalisir dampak atas lingkungan mereka.

Dari 6 uraian diatas, perusahaan dapat mengimplementasikan satu atau beberapa opsi yang ada untuk menerapkan CSR, yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan itu sendiri. Kembali kepada perusahaan untuk menentukan inisiatif mana yang akan diambil.

2.3.Dampak Penerapan CSR

CSR memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang menerapkannya.Selain memenuhi kewajiban sosial, perusahaan juga memperoleh keuntungan dari penerapan CSR ini.

“Dengan melaksanakan tanggung jawab sosialnya, ada beberapa manfaat yang akan dirasakan oleh perusahaan. Pertama, perusahaan akan terhindar dari reputasi negatif perusak lingkungan, yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek tanpa memedulikan akibat dari perilaku buruknya. Kedua, kerangka kerja etis yang kokoh dapat memandu para manajer dan karyawan menghadapi masalah seperti permintaan lapangan kerja dari lingkungan sekitarnya. Ketiga, perusahaan etis mendapat rasa hormat dari kelompok inti masyarakat yang sangat membutuhkan perusahaan ini eksis, terutama pelanggan dan karyawannya. Terakhir yang keempat, banyak perusahaan yang sadar bahwa perilaku etis membuat perusahaan aman dari gangguan lingkungan sekitar, sehingga dapat beroperasi dengan lancar. Utamanya tentu juga untuk menjamin keberhasilan usaha. Jadi pelaksanaan tanggung jawab sosial bukan hanya sekedar menjaga atau menjalin hubungan harmonis, antara perusahaan dengan masyarakat sekitarnya, tetapi bermakna jauh lebih besar lagi.” (Ambadar, 2008).

Bab III

Penutup

3.1.Kesimpulan

Kesimpulan dari tulisan ini seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan, pengertiancorporate social responsibility menurut World Business Council for Sustainable Development adalah komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bekerjasama dengan para pegawai, keluarga mereka, komunitas lokal, dan masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas hidup bersama. Menurut Kotler dan Lee (2005) ada 6 opsi untuk “berbuat kebaikan” (Six options for Doing Good) sebagai inisiatif sosial perusahaan yang dapat ditempuh dalam rangka implementasi CSR, yaitu : cause promotions, cause-related marketing, corporate social marketing, corporate philanthropy, community volunteering, dan socially responsible business practices. Menerapkan CSR juga akan memberi banyak manfaat positif kepada perusahaan itu sendiri.

komentar dari William Clay Ford, Jr., Ketua Dewan Direksi Ford Motor, yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan antara perusahaan yang baik (good) dengan perusahaan sangat baik (great).  Perusahaan yang baik menawarkan produk dan layanan yang memuaskan (excellent). Perusahaan besar tidak hanya menawarkan produk dan layanan yang excellent, tetapi juga turut berusaha menciptakan dunia yang lebih baik[6].

3.2.Saran

Menurut Ambadar (2008) Setiap perusahaan (besar atau kecil) sebaiknya beroperasi secara bertanggung jawab. Apabila belum bisa memberi kontribusi dalam hal pemberdayaan masyarakat, minimal perusahaan bisa mengurangi akibat buruk terhadap masyarakat sekitar.

Diharapkan agar semua perusahaan khususnya di Indonesia menggunakan CSR, tidak hanya sebagai penerapan kewajiban belaka, atau karena adanya undang-undang yang mengatur. Tetapi menerapkan CSR sepenuhnya karena rasa tanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan yang besar.

Daftar Pustaka

Ambadar, Jackie. 2008. CSR dalam Praktik di Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Kotler, Philip. and Nancy Lee. 2005. Corporate Social Responsibility: Doing the Most Good for Your Company and Your Cause. Hoboken. New Jersey: John Wiley and Sons, Inc.

Sukada, Sonny. 2007. CSR for Better Life: Indonesian Context. Jakarta: Business Links.

Wibisono, Yusuf. 2007. Membedah Konsep & Aplikasi CSR (Corporate Social Responsibility).Gresik: Fascho Publishing.


[1] Philip Kotler dan  Nancy Lee, Corporate Social Responsibility: Doing the Most Good for Your Company and Your Cause, John Wiley and Sons, Inc, Hoboken, New Jersey, 2005, hal. 3

[2] Sonny Sukada; et al, CSR for Better Life: Indonesia Context, Jakarta, Indonesia : Indonesia Business Links, 2007, hal. 45

[3] Ibid, hal. 46

[4] Ibid

[5] Ibid, hal. 47

[6] Op.Cit, hal.6.